Sebelum mendaftarkan merek usaha, sebaiknya lakukan cek hak merek secara online terlebih dahulu. Langkah ini dapat membantu mengetahui apakah sudah ada merek yang sama atau memiliki kemiripan dengan merek yang akan didaftarkan.
Pengecekan dapat dilakukan secara online melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). DJKI sendiri menyebut penelusuran PDKI sebagai bagian penting yang perlu dilakukan sebelum mendaftarkan merek karena dapat membantu melihat merek yang sudah terdaftar maupun yang sedang dalam proses.
Namun, pengecekan tidak cukup hanya dengan mengetik nama merek secara persis. Kemiripan bunyi, tampilan, konsep, serta kelas barang atau jasa juga perlu diperhatikan sebelum menentukan apakah sebuah merek layak dilanjutkan ke tahap pendaftaran.
Mengapa Cek Merek Sebelum Daftar Itu Penting?
Melakukan pengecekan sebelum mengajukan permohonan dapat membantu mengurangi risiko memilih merek yang ternyata sudah digunakan atau memiliki kemiripan dengan merek pihak lain.
DJKI juga mengimbau pelaku usaha melakukan penelusuran merek terlebih dahulu, terutama karena penggunaan merek yang mirip atau identik dengan merek pihak lain dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Beberapa manfaat melakukan cek merek terlebih dahulu antara lain:
- - Mengetahui apakah sudah ada merek dengan nama yang sama.
- - Menemukan merek yang memiliki kemiripan.
- - Mengetahui merek pada kelas barang atau jasa yang relevan.
- - Membantu menentukan alternatif nama merek.
- - Mengurangi risiko mengajukan merek yang berpotensi bermasalah.
- - Menghemat waktu dan biaya sebelum proses pendaftaran.
Cara Cek Hak Merek Online di PDKI
Pengecekan merek dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi PDKI DJKI. Secara umum, langkah penelusurannya dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Buka Pangkalan Data Kekayaan Intelektual
Masuk ke laman PDKI DJKI, kemudian pilih kategori Merek pada sistem pencarian.
DJKI menyediakan PDKI sebagai sarana untuk melihat data kekayaan intelektual yang telah masuk ke DJKI, termasuk merek yang sudah terdaftar maupun yang masih dalam proses.
2. Masukkan Nama Merek
Ketik nama merek yang ingin digunakan pada kolom pencarian.
Misalnya, Anda ingin mendaftarkan merek “Kopi Nusantara”, maka masukkan nama tersebut untuk melihat apakah terdapat data merek yang sama atau berkaitan.
Satu catatan penting adalah jangan berhenti setelah melakukan satu pencarian.
3. Cari Nama yang Mirip
Ini merupakan salah satu bagian yang sering terlewat. Selain nama yang persis sama, lakukan pencarian terhadap nama yang memiliki kemiripan pengucapan, ejaan, atau susunan kata.
DJKI sendiri memberikan panduan agar penelusuran juga memperhatikan kata kunci yang memiliki persamaan bunyi atau pengucapan.
Misalnya sebuah merek menggunakan nama tertentu, Anda dapat mempertimbangkan pencarian variasi yang:
- - Bunyi pengucapannya mirip.
- - Ejaannya hampir sama.
- - Memiliki susunan kata yang serupa.
- - Menggunakan variasi huruf tertentu.
- - Memiliki konsep atau kesan yang sangat dekat.
Tujuannya adalah mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai merek-merek yang dapat menjadi pembanding.
4. Periksa Kelas Merek
Jangan hanya melihat nama mereknya. Perhatikan juga kelas barang atau jasa yang tercantum pada hasil pencarian. Pendaftaran merek berkaitan dengan jenis barang dan/atau jasa yang dilindungi.
Karena itu, dua nama yang terlihat mirip perlu dianalisis bersama dengan barang atau jasa yang melekat pada merek tersebut. PDKI menyediakan pencarian terstruktur yang memungkinkan pengguna memasukkan nama merek sekaligus klasifikasi untuk mempersempit pencarian.
5. Periksa Status Merek
Setelah menemukan merek yang sama atau mirip, perhatikan statusnya. DJKI menjelaskan bahwa PDKI dapat digunakan untuk mengecek status merek. Data pencarian juga dapat memberikan informasi mengenai merek yang sedang dalam proses maupun yang telah terdaftar.
Informasi status ini penting karena hasil pencarian tidak semuanya memiliki kondisi yang sama.
6. Periksa Detail Merek
Jangan hanya melihat nama yang muncul pada daftar hasil. Klik dan periksa detailnya, terutama:
- - Nama merek.
- - Pemilik merek.
- - Kelas barang atau jasa.
- - Status permohonan.
- - Nomor permohonan atau pendaftaran.
- - Masa perlindungan.
- - Informasi lain yang tersedia pada data merek.
Dengan begitu, analisis tidak hanya berdasarkan kemiripan nama secara sekilas.
Apakah Cek Merek Online Menjamin Merek Pasti Disetujui?
Hasil penelusuran PDKI sebaiknya dipahami sebagai salah satu alat untuk melakukan pemeriksaan awal, bukan sebagai jaminan bahwa permohonan merek pasti diterima.
DJKI sendiri menjelaskan bahwa penelusuran PDKI membantu masyarakat melihat data pembanding dan memperbesar peluang pendaftaran, tetapi penelusuran tersebut tetap perlu dianalisis secara tepat.
Selain itu, permohonan merek tetap harus memenuhi ketentuan pendaftaran dan tidak boleh termasuk dalam kategori yang dilarang atau ditolak berdasarkan peraturan yang berlaku.
BOSA JASA Membantu Persiapan Pendaftaran Merek
Memilih nama merek bukan hanya soal mencari nama yang menarik. Sebelum didaftarkan, nama tersebut perlu diperiksa agar keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan asumsi bahwa nama tersebut belum digunakan.
Bagi pelaku usaha yang ingin mempersiapkan pendaftaran merek, BOSA JASA dapat menjadi pilihan pendampingan untuk membantu proses legalitas usaha, sesuai layanan yang tersedia.
Jika Anda sudah memiliki beberapa kandidat nama merek, langkah yang lebih baik adalah melakukan penelusuran terlebih dahulu sebelum menentukan nama final.