Sertifikat HACCP KAN menjadi salah satu hal yang
perlu dipersiapkan pengelola dapur MBG untuk memastikan sistem keamanan pangan
diterapkan secara terstruktur. KAN berperan sebagai lembaga akreditasi,
sedangkan sertifikasi HACCP dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang telah
terakreditasi sesuai ruang lingkupnya.
Persiapan Dapur MBG
Agar siap mengikuti sertifikasi,
dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu memahami seluruh alur
produksi, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, persiapan, pengolahan,
pemasakan, pengemasan, hingga distribusi makanan.
Setiap tahapan perlu dianalisis untuk mengidentifikasi potensi bahaya
biologis, kimia, dan fisik. Pengelola juga perlu menentukan titik kendali
kritis (Critical Control Point/CCP) serta menetapkan batas kritis, prosedur
pemantauan, dan tindakan koreksi apabila terjadi penyimpangan.
Persiapan Menghadapi Sertifikasi HACCP MBG
Sebelum proses sertifikasi, pengelola
perlu memastikan dokumen HACCP sesuai dengan kondisi nyata di dapur. Dokumen
seperti prosedur kerja, pemantauan suhu, pemeriksaan bahan, sanitasi peralatan,
pengendalian hama, dan tindakan koreksi perlu tersedia serta diisi secara
konsisten.
Kesiapan karyawan juga penting karena penerapan HACCP bukan hanya
tanggung jawab pengelola. Setiap personel perlu memahami prosedur keamanan
pangan sesuai tugasnya. Evaluasi internal dapat dilakukan untuk menemukan
ketidaksesuaian dan memperbaikinya sebelum proses sertifikasi.
Tips Dapur MBG Lolos HACCP KAN
Keberhasilan sertifikasi tidak hanya
ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga konsistensi penerapan sistem
di lapangan. Karena itu, pengelola perlu memastikan fasilitas, prosedur,
pencatatan, dan kompetensi karyawan berjalan sesuai sistem HACCP.
BOSA JASA menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan HACCP bagi dapur
MBG, mulai dari penyusunan dokumen, penerapan sistem, evaluasi kesiapan dapur,
hingga persiapan menghadapi proses sertifikasi.