HKI

Omzet Miliaran Hilang Akibat Lalai Mendaftarkan Merek ke DJKI

bosajasa Admin Bosa Jasa
12 April 2026
1,240 Views
Ilustrasi Hukum

Bayangkan sebuah usaha telah memiliki omzet miliaran rupiah, pelanggan loyal, kemasan dikenal luas, dan promosi yang sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, nama atau logo yang menjadi identitas bisnis ternyata belum didaftarkan sebagai merek. Kondisi seperti ini dapat menjadi persoalan ketika pihak lain lebih dahulu mendaftarkan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.

Membangun merek membutuhkan waktu dan biaya. Karena itu, mendaftarkan merek ke DJKI bukan sekadar urusan administratif, tetapi bagian dari upaya memberikan perlindungan hukum terhadap identitas bisnis yang memiliki nilai ekonomi.

Merek Bukan Sekadar Nama Usaha

Banyak pelaku usaha masih menganggap nama bisnis otomatis menjadi milik mereka karena sudah digunakan dalam perdagangan. Padahal, penggunaan nama secara komersial dan hak atas merek merupakan persoalan yang berbeda.

UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur pendaftaran merek serta hak dan perlindungannya. Dalam sistem tersebut, pendaftaran menjadi bagian penting untuk memperoleh perlindungan hukum atas merek. UU ini masih berlaku dan telah mengalami perubahan melalui UU Nomor 6 Tahun 2023.

Karena itu, semakin besar sebuah bisnis berkembang, semakin penting pula memastikan identitas yang digunakan tidak hanya populer di pasar, tetapi juga memiliki dasar perlindungan hukum yang memadai.

Apa Risikonya Jika Terlambat Mendaftarkan Merek?

Risiko pertama adalah munculnya konflik dengan merek pihak lain. Apabila terdapat merek yang telah terdaftar dan memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dalam kelas barang atau jasa yang relevan, permohonan merek dapat menghadapi persoalan dalam proses pemeriksaan.

Artinya, pengusaha yang telah mengeluarkan banyak biaya untuk membangun nama bisnis dapat menghadapi situasi yang tidak sederhana ketika ternyata terdapat hak pihak lain atas merek tersebut.

Risikonya tidak berhenti pada proses pendaftaran. Jika suatu identitas bisnis sudah telanjur melekat pada produk, kemasan, media sosial, papan toko, hingga materi promosi, perubahan nama akibat persoalan merek dapat membutuhkan biaya dan waktu tambahan.

Lebih jauh, perubahan identitas juga berpotensi membuat pelaku usaha harus menyesuaikan berbagai aset bisnis yang sebelumnya menggunakan nama tersebut.

Jangan Hanya Mengecek Nama di Google

Sebelum mendaftarkan merek, pemeriksaan awal sebaiknya dilakukan secara lebih serius. Nama yang tidak ditemukan melalui pencarian umum di internet belum tentu aman untuk digunakan sebagai merek.

Pemeriksaan perlu mempertimbangkan merek yang telah terdaftar maupun permohonan yang relevan, termasuk kelas barang atau jasa yang akan digunakan. Hal ini penting karena perlindungan merek berkaitan dengan jenis barang dan/atau jasa yang diajukan dalam permohonan.

Selain itu, kesamaan tidak selalu berarti nama harus identik. UU Merek mengenal konsep persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya sebagai salah satu dasar penolakan dalam kondisi tertentu.

Karena itu, mengganti satu huruf, menambahkan kata tertentu, atau membuat sedikit perubahan pada nama belum tentu otomatis membuat sebuah merek aman.

Jangan Menunggu Merek Terkenal

Kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu bisnis berkembang besar sebelum memikirkan pendaftaran merek. Padahal, ketika sebuah nama mulai dikenal masyarakat, nilai ekonominya juga dapat meningkat.

Merek dapat menjadi bagian dari identitas produk, aset bisnis, strategi pemasaran, dan pembeda dari produk kompetitor. Semakin lama sebuah nama digunakan tanpa dilakukan pemeriksaan dan perlindungan yang tepat, semakin besar pula potensi persoalan yang perlu diperhatikan ketika bisnis sudah berkembang.

Karena itu, pendaftaran merek usaha sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap awal pengembangan bisnis, terutama ketika nama tersebut akan digunakan secara serius dan berkelanjutan.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mendaftarkan Merek?

Sebelum mengajukan permohonan, pelaku usaha dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Menentukan nama, logo, atau unsur merek yang akan digunakan.
  2. Menentukan barang dan/atau jasa yang akan dilindungi.
  3. Melakukan penelusuran terhadap merek yang sudah terdaftar.
  4. Memeriksa kemungkinan adanya persamaan dengan merek lain.
  5. Menyiapkan dokumen dan informasi sesuai ketentuan pendaftaran terbaru.
  6. Mengajukan permohonan melalui mekanisme yang ditetapkan.

Langkah pemeriksaan awal penting karena pendaftaran merek bukan sekadar mengisi formulir. Ada proses pemeriksaan yang perlu diperhatikan agar permohonan tidak menimbulkan persoalan karena alasan yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal.

Lindungi Identitas Bisnis Sebelum Nilainya Terlalu Besar

Membangun merek sampai menghasilkan omzet miliaran tentu membutuhkan waktu, strategi, dan investasi. Karena itu, perlindungan terhadap identitas bisnis sebaiknya tidak ditempatkan sebagai urusan yang baru dipikirkan setelah usaha menjadi besar.

BOSA JASA menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan pendaftaran merek, mulai dari memahami kebutuhan perlindungan hingga membantu mempersiapkan proses legalitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan melakukan pemeriksaan dan pengurusan sejak awal, pelaku usaha dapat lebih siap melindungi nama dan identitas yang selama ini dibangun menjadi bagian penting dari bisnis.

#PTPerorangan #UMKM #Legalitas
Share: